Thursday, May 19, 2016

Perkembangan Properti Tahun 2016

          Perkembangan properti tahun 2016 ini diperkirakan akan menjadi sebuah proses pemulihan untuk sektor perindustrian. Dimana pada tahun sebelunya yaitu pada tahun 2015 perkembangan industri di Indonesia akhirnya berada pada kategori terendah dibandingkan pada tahun sebelumnya, salah satunya adalah property. Hal itu terjadi di karenakan oleh factor perekonomian nasional yang melemah, Sehingga berdampak kepada perkembangan dibeberapa sector perindustrian, termasuk juga sector properti. Dimana pada tahun 2015 ini minat pembeli sangat menurun, hal ini menyebabkan menurunya minat investor untuk berinvestasi, baik investor local maupun asing.

         Julius Warouw yang merupakan Direktur Utama SYNthesisi Square, mengatakan bahwa dia memiliki optimism bahwa tahun 2016 adalah tahun yang berpotensi menjadi sebuah titik balik bisnis property di Indonesia yang akan meramaikan dunia industry di dalam negeri. Salah satu bukti untuk memperkuat ambisinya tersebut adalah data realisasi investasi asing maupun local yang masuk di akhir tahun 2015 kemarin.

Perkembangan Properti Tahun 2016 rumah
Perkembangan Properti Tahun 2016 foto : Rumah.com
          Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) memberikan catatan, investasi asing diakhir tahun lalu meningkat cukup tinggi. Julius berkata, ada sekitar 246 proyek asing yang emiliki nilai investasi sebesar US$952,3 triliun. Sedangkan investasi local untuk sector propert property mencapai 108 yang memiliki nilai investasi sebesar US$621,9 triliun. Yang berarti hamper 50 % lebih tinggi penanaman modal atau investasi asing dibandingkan investasi local disektor property tersebut.

         Namun, peningkatan pada sector Perindustrian Properties tidak langsung meningkat drastic, melainkan peningkatanya akan berjalan dinamis. Dani Indra Bharata yang merupakan wakil presiden di Coldwell Banker Commercial Advisory Group, menerangkan bahwa pertumbuhan property misalnya seperti rumah diperkirakan akan tumbuh relative kecil ditahun 2016 nanti. Sedangkan sector yang akan akan lebih dulu terdorong meningkat adalah sector retail yang beriringan dengan naiknya pengeluaran untuk belanja kebutuhan rumah tangga, yang akan memacu para retailer untuk mengembangkan usahanya.
Baca juga Real Estate Indonesia Expo 2016 Pameran Perumahan dan Properti
           Sedangkan hasil dari kajian dari Pusat Studi Properti Indonesia (PSPI) desebutkan ada beberapa factor yang dapat mempengaruhi perkembangan di sector property ada tahun 2016. Factor-faktor tersebut adalah.
  1. Melalui LTV atau loan to value tentang Kebijakan relasi pemerintah yang termasuk sector kredit dari property, berjalan cukup evektif pada juli 2015 yang dampaknya akan sangat terasa pada kuartl I/2016.
  2.  Pertumbuhan kredit property tumbuh lebih tingi 15 % dibandingkan dengan tahun kemarin, termasuk kredit real estate, kontruksi, dan kredit pemilikan rumah atau apartemen. Seperti apartement dijual di jakarta jika dijadikan hak milik akan memberikan kredit yang lebih tinggi pula.
  3. Diperkrakan akan menurunnya tingkat inflasi dan suku bunga. Selain itu factor lain yang membantu bangkitnya sector property adalah relasi pembangunan infrastruktur yang sangat cepat.
        Dengan perkembangan property tersebut, tentunya menjadikan berbagai peralatan rumah pun harus semakin lebih baik untuk meningkatkan harga dalam penjualan. Hal tersebut dikarenakan, rumah bukan hanya sebatas indah dan kuat dari bangunannya saja. Akan tetapi isi, serta keindahan rumah bisa diciptakan sendiri oleh pemilik rumah dengan menambahkan berbagai peralatan yang baik dan bagus.
        Dengan perkembangan zaman sekarang, tentunya hal tersebut bisa Anda temukan dengan mudah di sini. Pasalnya, saat ini berbagai toko online terpercaya memiliki peralatan elektronik dan rumah tangga dengan kualitas baik dan terpercaya.